Showing posts with label hanya bergerak maju. Show all posts
Showing posts with label hanya bergerak maju. Show all posts

Saturday, June 20, 2009

Perlambat dan Berhentilah Secara Konstruktif


Salah satu kunci agar selalu tetap berjalan bersama dengan tugas yang sedang anda kerjakan dengan mengetahui bagaimana dan kapan anda harus mundur. Ketekunan yang membuta adalah untuk mereka yang bodoh. Prinsip ini menyangkut bekerja lebih keras tetapi tidak lebih pintar. Bila anda secara mengal mengalami hambatan untuk penyelesaian masalah yang anda hadapi, lakukan suatu pengunduran taktis dari pekerjaan anda. Bergerak maju terus hanya akan membuat anda semakin frustasi. Mungkin anda memerlukan waktu lebih banyak lagi untuk mencerna dan memadukan informasi.

Bila terpaksa harus dihentikan, maka untuk memulai pekerjaan itu lagi, ada beberpa hal yang mungkin bisa anda lakukan agar anda lebih menikmati dan produktif;
  1. Berusahalah untuk mengakhiri pekerjaan anda pada situasi yang paling baik. Bila anda berhenti karenan merasa puas, anda akan cenderung berpikir bahwa pekerjaan anda memuaskan. Karena itulah anda akan cepat ingin kembali pada pekerjaan tersebut.
  2. Berusahalah berhenti bekerja hanya pada saat tugas telah selesai.
  3. Bila anda meninggalkan pekerjaan karena ada suatu masalah yang muncul, tuliskan permasalahannya dan cobalah memperjelas persoalan yang menghambat anda tersebut.
  4. Pada saat anda memulai pekerjaan itu lagi, carilah titik awal yang masuk akal untuk membuat ringkasan. Ini akan mengurangi waktu permulaan anda bila kembali ke tugas.

Monday, June 8, 2009

Kita Tidak dapat Menyingkir, Hanya Bergerak Maju


Kita perlu memahami hal ini, karena merupakan hal yang paling penting untuk mencapai semua tujuan kita, dan kita tidak dapat menyingkir dari hal yang tidak kita inginkan agar terjadi. Sebagai contoh, kita tidak dapat menyingkir dari kemiskinan, kita hanya bisa bergerak untuk menjadi kaya. Kita tidak bisa menyingkir dari kegagalan, kita hanya bisa bergerak menuju keberhasilan. Hal ini disebabkan adanya pengaruh pikiran. Misalnya bila kita memusatkan pikiran pada kemiskinan, berarti pikiran itulah yang akan menjadi pikiran dominan kita, dan akhirnya kita akan tetap saja miskin selamanya.

Bila ingin menjadi kaya, kita harus memusatkan pada tujuan kita, yaitu kekayaan, bukannya pada hal yang kita hindari, yaitu kemiskinan